Jumat, 21 Oktober 2011


TUGAS 5
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan  itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti halnya manusia pribadi juga memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah :
1. Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya merupakan hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik.
Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
a. Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
b.  Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga produsen perlu menberikan penjelasan tentang isi serta kandungan atau zat-zat yang terdapat didalam produk itu.
c.  Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis. Sangatlah tidak etis suatu bisnis yang menjual produknya yang ternyata jelek  (busuk) atau tak layak dipakai tetap saja tidak mau mengganti produknya tersebut kepada pembelinya.
2. Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya.Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Transfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK ( pemutusan hubungan kerja). Didalam menarik tenaga kerja haruslah dijaga adanya penerimaan yang jujur sesuai dengan hasil seleksi yang telah dijalankan. Sering kali terjadi hasil seleksi tidak diperhatikan akan tetapi yang diterima adalah peserta atau calon yang berasal dari anggota keluarga sendiri. Disamping itu tidak jarang seorang manajer yang mencoba menaikan pangkat para karyawan dari generasi muda yang dianggapnya sangat potensial dalam rangka membawa organisasi menjadi lebih dinamis, tetapi hal tersebut mendapat protes keras dari karyawan dari generasi tua. Masalah lain lagi dan yang paling rawan adalah masalah pengeluaran karyawan atau dropout. Masalah DO atau PHK ini perlu mendapatkan perhatian ekstra dari para manajer karena hal ini menyangkut masalah tidak saja etik akan tetapi juga masalah kemanusian. Karyawan yang di PHK –kan tentu saja akan kehilangan mata pencahariannya yang menjadi tumpuan hidup dia bersama keluarganya.
3. Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan saingannya, dengan penyalurnya, dengan grosirnya, dengan pengecernya, agen tunggalnya maupun distributornya. Dalam kegiatan sehari-hari tentang hubungan tersebut sering terjadi benturan-benturan kepentingan antar kedunya. Dalam hubungan itu tidak jarang dituntut adanya etika pergaulan bisnis yang baik. Sebagai contoh sebuah penerbit yang ingin menyalurkan buku-buku terbitannya kepada para grosir yang  bersedia membeli secara kontan dalam jumlah besar dan continue dengan memperoleh potongan rabat yang sama dengan penyalur. Rencana ini menjadi kandas karena mendapat protes keras dari para penyalur-penyalurnya yang memandang tindakan penerbit tersebut akan sangat merugikan para penyalur sedangkan omset dari para penyalur sendiri dalam beberapa tahun tidak meningkat. Contoh lain adalah adanya perebutan tenaga kerja ahli atau manajer profesional oleh para pengusaha, persaingan harga yang saling menjatuhkan diantara bisnismen dan sebagainya.
4. Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan para investor untuk mengambil keputusan investasi yang keliru. Dalam hal ini perlu mandapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin menjadi emiten yang akan menjual sahamnya kepada masyarakat. Dipihak lain masyarakat sendiri juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang diemisi oleh perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberi informasi secara lengkap dan benar terhadap prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
5. Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial. Hubungan ini merupakan hubungan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan Rugi dan Laba misalnya. Laporan finansial tersebut haruslah disusun secara baik dan benar sehingga tidak terjadi kecendrungan kearah penggelapan pajak misalnya. Keadaan tersebut merupakan etika pergaulan bisnis yang tidak baik.
Pelaksanaan tangungjawab sosial suatu bisnis merupakan penerapan kepedulian bisnis terhadap lingkungan, baik lingkungan alam, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, pemerintah maupun masyarakat Internasional. Bisnis yang menerapkan tanggung jawab sosial itu merupakan bisnis yang menjalankan etika bisnis, sedangkan bisnis yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosial itu merupakan penerapan yang tidak etis. Penerapan etika bisnis ini murupakan penerapan dari konsep “ Stake Holder” sebagai pengganti dari konsep lama yaitu konsep “Stock Holder” . Pengusaha yang menerapkan konsep Stock Holder berusaha untuk mementingkan kepentingan para pemengang saham (Stockholder) saja, di mana para pemegang saham tentu saja akan mementingkan kepentinganya yaitu penghasilan yang tinggi baginya yaitu yang berupa deviden atau pembagian laba serta harga saham dipasar bursa. Dengan memperoleh deviden yang tinggi maka penghasilan mereka akan tinggi, sedangkan dengan naiknya nilai atau kurs saham akan merupakan kenaikan kekayaan yang dimilikinya yaitu sahamnya itu dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Pemenuhan kepentingan ataupun tuntutan dari para pemengan saham itu sering kali mengabaikan kepentingan – kepentingan pihak-pihak yang lain yang juga terlibat dalam kegiatan bisnis. Pihak lain yang terkait dalam kegiatan bisnis tidak hanya para pemegang saham saja akan tetapi masih banyak lagi seperti :
-                      Pekerja/ karyawan
-                      Konsumen
-                      Kreditur
-                      Lembaga-lembaga keuangan
-                      Pemerintah.

Sumber : google.com
Copas dari : inn3.wordpress.com

r


Sabtu, 15 Oktober 2011

TUGAS 4




1. Apa yang dimaksud dengan perusahaan?

Jawab : Perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa yang disebabkan karena kebutuhan manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah proses di suatu tempat.


2. a). Apa yang dimaksud dengan tempat perusahaan dan letak perusahaan?

Jawab :  Lokasi Perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik. Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan.
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik.


    b). Apa perbedaan dari kedua kata tersebut?

Jawab : Tempat perusahaan umumnya dipengaruhi dengan kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan pelanggan dan sebagainya sedangkan letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.



    c). Sebutkan contoh nama perusahaan dari kedua kata tersebut minimal 5!

Jawab :


Tempat/Lokasi


1. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti Kawasan Industri Cikarang, Pulo Gadung, dan lain sebagainya.
2. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di Cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di Yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
3. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang Emas di Cikotok, Tambang Aspal di Buton, Tambang Gas Alam di Bontang Kalimantan Timur, dan lain sebagainya.
4. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.


Letak


1.Letak perusahaan yang terkait pada alam 
Letak perusahaan yang terikat alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya, seperti Perusahaan Timah, Emas, Minyak Bumi, dan sebagainya. Sebagai contoh Perusahaan Pertambangan Timah di Indonesia memilih letak perusahaannya di pulau Bangka. Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di puncak karena iklimnya mendukung dan sebagainya.

2.Letak perusahaan berdasarkan sejarah
Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Sebagai contoh Perusahaan Batik banyak didirikan di Yogyakarta karena pada mulanya batik dikerjakan para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya. Seni kerajinan ini kemudian menyebar luas ke sekitarnya dan pada umumnya dikerjakan masyarakat untuk mengisi waktu karena tidak ada pekerjaan di sawah. Dalam perkembangannya , kegiatan ini diorganisir dalam perusahaan di Yogyakarta dengan pertimbangan di daerah tersebut tersedia banyak tenaga kerja andal di bidang pembatikan disertai dengan dukungan budaya yang kuat dari masyarakat sekitarnya.

3.Letak perusahaan yang ditentukan pemerintah
Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan dan sebagainya. Sebagai contoh letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan di lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.

4.Letak perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi.
Pada umumnya jenis perusahaan ini bersifat industri. Disini ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan:
  • Ketersediaan bahan mentah
  • Kedekatan pasar
  • Ketersediaan tenaga kerja
  • Ketersediaan tenaga air
  • Kesesuaian Iklim
  • Transportasi
  • Ketersediaan modal
Sumber buku, pengantar bisnis. M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus, Y.E.F  dan
Sumber : Organisasi.Org Komunitas dan Perpustakaan Online Indonesia




Minggu, 09 Oktober 2011

TUGAS 3




Mata Kuliah : Pengantar Manajemen




FALSAFAH adalah teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
Contoh : Sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma sebaiknya saya dapat mempelajari norma-norma yang sudah diterapkan dan berusaha disiplin dalam bidang akademis khususnya akuntansi.

KEBIJAKAN adalah konsep dan asas yang menjadi dasar rencana dari pelaksanaan suatu pekerjaan dan cara bertindak sebagai garis pedoman untuk mencapai sasaran.
Contoh : Hampir semua Dosen di Universitas Gunadarma memberikan quis kepada mahasiswa didiknya agar proses belajar mengajar ini tidak bosan dan mahasiswa pun bisa memperoleh nilai tambahan sebagai cadangan apabila ada nilai mata kuliah yang kurang baik.

STRATEGI adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
Contoh : Setiap ada tugas langsung mengerjakannya agar tidak terlalu menumpuk dan selesai tepat waktu karena semua mata kuliah selalu ada tugas. Biasanya saya mendahulukan tugas yang mudah dan apabila mengalami kesulitan saya selalu bertanya kepada siapa pun. Selain itu saya juga setelah selesai kuliah biasanya membaca kembali catatan karena saya baru terjun ke dunia akuntansi dan ada beberapa mata kuliah yang masih kurang saya pahami.

METODE adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.
Contoh : Sebagai mahasiswa saya lebih senang belajar secara kelompok. Apalagi ada beberapa dosen yang memberi tugas kelompok. Dengan adanya kelompok tersebut kita bisa meningkatkan pengetahuan, saling bertukar pikiran dan berdebat dengan teman sekelompok. Dengan berdebat inilah yang saya suka karena bisa mengembangkan pola pikir kita dalam belajar.

PROGRAM adalah suatu rancangan mengenai asas serta usaha yang dilakukan.
Contoh : Di Universitas Gunadarma terdapat beberapa program pendidikan. Diantaranya Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Saya memilih program Sarjana S1, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi karena saya lebih suka berhitung agar semua kegiatan yang akan saya lakukan terarah untuk kedepannya.

TAKTIK adalah suatu rencana atau tindakan yang bersistem untuk mencapai tujuan.
Contoh : Kelas 1EB01 mempunyai cara tersendiri untuk meminimalis pengeluaran di kelas. Yaitu dengan cara memanfaatkan sesuatu hal. Salah satunya adalah apabila ada perintah mendownload modul atau mata kuliah lebih baik hanya satu orang saja yang mendownload dan yang lainnya memfoto copy, hal tersebut tidak akan mempengaruhi pembelajaran yang penting kita serius dalam belajar.

JADWAL adalah pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan.
Contoh : Jadwal kuliah kelas 1EBO1 adalah setiap hari Senin, Selasa dan Kamis. Hari Sabtu ada jadwal untuk Ilab dan Praktikum. Semua jadwal sudah diinformasikan. Dan ada kegiatan pada hari Jum'at untuk yang Non Muslim.

ANGGARAN adalah suatu rencana mengenai penerimaan dan pengeluaran biaya yang dinyatakan dengan angka.
Contoh : Biaya per-semester untuk Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi selisihnya tidak jauh beda begitu pula dengan Fakultas yang lainnya. Semuanya tergantung dari kemampuan diri kita.

TUJUAN adalah harapan atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh seseorang.
Contoh : Ilab Mandiri untuk kelas 1EB01 itu sangat bagus karena dengan adanya Ilab Mandiri kita bisa mengukur kemampuan kita dan agar semua mahasiswa bisa mengembangkan pembelajarannya, kita juga bisa mandiri dalam mengerjakan latihan-latihan tanpa menyontek.

PROSEDUR adalah tahapan kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
Contoh : Untuk menjadi Sarjana Magister kita harus melewati beberapa tahapan yang telah ditetapkan. Seperti nilai IPK harus diatas 3,6 dan mahir berbahasa inggris. Kita juga harus mengikuti test kemampuan.

ATURAN adalah cara yang telah ditetapkan agar dijalankan dan dipatuhi.
Contoh : Aturan dalam perkuliahan di Universitas Gunadarma adalah selalu memakai sepatu tertutup, berpakaian rapi dan sopan, berbahasa Indonesia yang baik dan tidak boleh telat pada jam pelajaran sesuai dengan kesepakatan bersama.






Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger