Jumat, 18 November 2011


TULISAN 2


1. FRANCHISING YANG BERHASIL DI INDONESIA


AYAM GORENG FATMAWATI RESTAURANT

Perjalanan panjang Ayam Goreng Fatmawati telah ada dalam sejarah pengabdian terhadap pelestarian Masakan Asli Indonesia. Sejak tahun 1990, Ayam Goreng Fatmawati telah menjadi restoran besar pertama yang menyajikan masakan Nusantara dalam gencarnya serbuan makanan fast food dari mancanegara ke Bogor. Masakan asli Indonesia ini memiliki cita rasa yang unik dan menyehatkan serta tidak membosankan walaupun dikonsumsi setiap hari. Terbukti dengan antusiasme masyarakat atas dibukanya beberapa cabang di Bogor, Jakarta, Cinere dan cabang di beberapa daerah, akhirnya Ibu Hj. Fatmawati, founder Ayam Goreng Fatmawati mendapat support dari dua pengusaha perempuan yaitu Ibu Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, M.Si dan Ibu Hj. Ratna Permanik untuk lebih memperkuat posisi Masakan Indonesia sebagai tuan rumah di negeri-nya sendiri.
Diawali dengan membentuk badan hukum, PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia pada tanggal 28 Juni 2000 dengan tujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, melestarikan masakan tradisional, melestarikan produk pengrajin lokal untuk peralatan restoran, menciptakan pasar bagi petani dan peternak lokal. Ayam Goreng Fatmawati dikembangkan dengan sistem Franchise (Waralaba), sehingga dapat memberikan kesempatan kepada investor untuk membuka restoran dengan sistem yang telah terbukti proven.
Restoran Ayam Goreng Fatmawati merupakan restoran cepat saji semi self service (semi prasmanan) yang menyajikan berbagai masakan tradisional Indonesia dengan menu andalan Ayam Goreng Kuning dan Ayam Bakar yang diolah menggunakan berbagai rempah-rempah asli Indonesia secara khas sehingga tercipta Ayam Kuning dan Ayam Bakar dengan bumbu meresap sampai kedalam tulang. Pengolahan menggunakan rempah-rempah alami dan tanpa bahan pengisi (sizing) diterapkan pula untuk mengolah berbagai sajian istimewa lainnya, sehingga menu Restoran Ayam Goreng Fatmawati selalu mengunggah selera dan bergizi.
Inovasi merupakan suatu keharusan bagi PT. AGFI, dalam upaya menciptakan standar menu Fatmawati. Pada tahun 2001, PT. AGFI menghasilkan riset penggunaan bumbu instant alami. Menciptakan bumbu standar dengan bentuk serbuk (powder) yang sangat mudah digunakan dan lebih efisien.
Upaya untuk menjalin komunikasi dengan konsumen dan pemilik outlet dilakukan PT. AGFI dengan meluncurkan website Restoran Ayam Fatmawati yaitu : www.fatmawati.com sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai informasi secara online tentang produk, franchise, berita terkini dan inovasi Restoran Ayam Goreng Fatmawati. Konsep Franchise Restoran Ayam Goreng Fatmawati dirancang untuk memberikan panduan, solusi dan alternatif bagi pengusaha dengan membuat Standar Operation Procedure (SOP) manajemen restoran, marketing dan promosi, SOP memasak, SOP karyawan, materi promosi, higienes dan sebagainya.
Kini, PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia telah menjadi partner perusahaan-perusahaan besar, seperti : PT. Sinar Sosro, Adira, Columbia dan perusahaan lainnya dalam melakukan berbagai kegiatan promosi.


Visi Ayam Goreng Fatmawati

  • Menjadi perusahaan penyedia produk dan jasa dalam bidang makanan terkemuka


Misi Ayam Goreng Fatmawati
  • Meningkatkan corporate value bagi stakeholders,
  • Memberi kesempatan investor untuk memiliki bisnis sendiri
  • Melestarikan masakan asli Indonesia
  • Menciptakan lapangan pekerjaan


Susunan Pengurus PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :

  • Komisaris Utama : Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, MS
  • Komisaris           : Hj. Fatmawati dan Hj. Ratna Permanik
  • Direktur Utama   : Johan Wahyudi, S.TP
  • Direktur             : Ir. Erdayeni



2. KEUNTUNGAN DARI USAHA FRANCHISING BAGI PEMILIK

  • Usaha berkembang dengan investasi kecil
  • Adanya pengembangan outlet
  • Memperoleh orang yang lebih gigih
  • Diskon yang diperoleh dari skala ekonomi
  • Memperoleh masukan yang lebih customerized


3. DAMPAK POSITIF DARI FRANCHISING BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI   INDONESIA

  • Memperluas sarana dan akses pasar bagi produk-produk dan jasa Indonesia
  • Memperbesar peluang usaha
  • Memperbesar kesempatan kerja
  • Menambah devisa Negara
  • Berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional
  • Menumbuhkan kreativitas dalam mengembangkan inovasi berusaha
  • Meningkatkan efisiensi  usaha, distribusi serta nilai tambah dalam aktivitas produksi nasional
  • Mempercepat alih teknologi
  • Mempererat adanya kemitraan usaha dikalangan pengusaha

DAMPAK NEGATIF DARI FRANCHISING BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI


  • Biasanya hubungan antara franchise dan franchisor melibatkan control atas berbagai aspek dari pengoperasian bisnisnya franchise bahkan selalu membatasi
  • Untuk mendapatkan a blue-chip franchise menghendaki pertimbangan sumber dana dan loyalty yang tinggi
  • Keberhasilan dari setiap unit franchise individu tergantung pada bekerjanya perusahaan induk (franchisor)
  • Program latihan franchisor terkadang jauh dari harapan
  • Franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan


sumber : www.fatmawati.com
http://www.gramedia.com
Pengantar Bisnis M.Fuad, dkk



Kamis, 17 November 2011

TULISAN 1

Secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan sebagai hak milik.

Ketiga cara tersebut adalah :

1. Membeli Perusahaan Yang Telah Dibangun


Membeli perusahaan yang telah dibangun dapat memberikan sejumlah keuntungan dalam kaitannya dengan lokasi perusahaan, evaluasi kinerja perusahaan, efisiensi usaha atau waktu, dan efisiensi dalam biaya pendirian.

Pada umumnya pengusaha membeli perusahaan yang telah dibangun atas dasar pengalaman dan fakta yang dirasakan bahwa lokasi perusahaan telah terjamin dan menguntungkan. Jadi menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk kelayakan lokasi.

Dalam kaitannya dengan pengambilalihan atas pertimbangan kinerja perusahaan, tentunya pihak pengambil alih telah memperhitungkan kemampuan perusahaan atas dasar catatan-catatan pelaksanaan yang nyata dapat dipelajari sehingga dapat dilakukan penilaian tentang kesehatan perusahaan.
Misalnya catatan mengenai utang pajak, laporan keuangan yang diaudit, pembukuan penjualan, urusan dengan pengadilan dan sebagainya.
Jika menurut penilaian perusahaan yang bersangkutan tidak sehat, namun ketidaksehatan disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang dirasa mampu untuk diatasi dengan segera dalam jangka waktu tertentu, maka pengambilan perusahaan tersebut masih merupakan alternatif yang menarik. Hal ini mengingat investasi yang dikeluarkan akan dapat kembali dan memberi keuntungan selewat batas waktu yang telah direncanakan.

Dengan mengambil alih perusahaan yang telah dibangun, berarti telah tersedia modal, teknologi, tenaga kerja dan pelanggan. Ketersediaan semua itu disertai dengan kemampuan yang memadai, maka pelaksanaan operasi produksi dapat langsung dijalankan sesegera mungkin setelah proses pengambilalihan selesai. Dalam hal ini pihak pengambil alih tidak perlu lagi menunggu modal dan peralatan untuk memulai operasi seperti halnya pada perusahaan yang baru dibangun. Terkadang suatu perusahaan dijual karena pemiliknya ingin mengundurkan diri atau karena suatu kebutuhan mendesak. Pada kasus-kasus demikian, biasanya harga yang ditawarkan relatif lebih murah sehingga pengambilalihan dapat berarti suatu penghematan.


2. Memulai Perusahaan Baru

Memulai perusahaan baru merupakan upaya yang menguntungkan jika kemungkinan tidak membeli perusahaan yang telah dibangun atau pembelian perusahaan yang sudah ada diperhitungkan tidak menguntungkan hal tersebut disebabkan perusahaan yang akan diambilalih dinilai tidak sehat, operasionalnya tidak efisien, pasarnya tidak memadai, pekerjanya tidak kompeten, peralatan dan teknologinya sudah ketinggalan zaman dan sebagainya. 

Pembuatan perusahaan baru memungkinkan pemilik untuk memilih lokasi, seleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilihan merek dagang, teknologi, jenis peralatan dan sebagainya. Dengan cara ini, efisien operasionalnya baru dapat dicapai setelah beberapa waktu mendatang tetapi dengan suntikan tenaga dan semangat baru, diharapkan hasil yang dicapai akan lebih baik.

3. Pembelian Hak Lisensi (Waralaba/Franchising)

Pembelian hak lisensi (franchising) merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara pembeli hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang hak lisensinya dibeli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchise dengan franchisor. Franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufakturing) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan kegiatan. Dengan franchising, perusahaan diselenggarakan seolah-olah menjadi bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar.

Sistem Waralaba (Franchising) dimulai dengan apa yang disebut "Product Franchise" (Waralaba Produk), yang lebih merupakan usaha keagenan. Seperti keagenan Mesin Jahit Singer, keagenan Sepatu Bata dan sejenisnya. Pada perkembangan selanjutnya, Waralaba Produk ini kemudian populer melalui "Bussiness Format Franchising" (Sistem Waralaba Format Usaha), seperti Restoran Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, Es Teller 77, Ace Hardware, Continent Hypermarket, Ray White Property, Ziebart dan lain-lain.




sumber : http://www.gramedia.com
Pengantar Bisnis M.Fuad dkk.

Jumat, 21 Oktober 2011


TUGAS 5
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan  itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti halnya manusia pribadi juga memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah :
1. Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya merupakan hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik.
Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
a. Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
b.  Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga produsen perlu menberikan penjelasan tentang isi serta kandungan atau zat-zat yang terdapat didalam produk itu.
c.  Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis. Sangatlah tidak etis suatu bisnis yang menjual produknya yang ternyata jelek  (busuk) atau tak layak dipakai tetap saja tidak mau mengganti produknya tersebut kepada pembelinya.
2. Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya.Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Transfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK ( pemutusan hubungan kerja). Didalam menarik tenaga kerja haruslah dijaga adanya penerimaan yang jujur sesuai dengan hasil seleksi yang telah dijalankan. Sering kali terjadi hasil seleksi tidak diperhatikan akan tetapi yang diterima adalah peserta atau calon yang berasal dari anggota keluarga sendiri. Disamping itu tidak jarang seorang manajer yang mencoba menaikan pangkat para karyawan dari generasi muda yang dianggapnya sangat potensial dalam rangka membawa organisasi menjadi lebih dinamis, tetapi hal tersebut mendapat protes keras dari karyawan dari generasi tua. Masalah lain lagi dan yang paling rawan adalah masalah pengeluaran karyawan atau dropout. Masalah DO atau PHK ini perlu mendapatkan perhatian ekstra dari para manajer karena hal ini menyangkut masalah tidak saja etik akan tetapi juga masalah kemanusian. Karyawan yang di PHK –kan tentu saja akan kehilangan mata pencahariannya yang menjadi tumpuan hidup dia bersama keluarganya.
3. Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan saingannya, dengan penyalurnya, dengan grosirnya, dengan pengecernya, agen tunggalnya maupun distributornya. Dalam kegiatan sehari-hari tentang hubungan tersebut sering terjadi benturan-benturan kepentingan antar kedunya. Dalam hubungan itu tidak jarang dituntut adanya etika pergaulan bisnis yang baik. Sebagai contoh sebuah penerbit yang ingin menyalurkan buku-buku terbitannya kepada para grosir yang  bersedia membeli secara kontan dalam jumlah besar dan continue dengan memperoleh potongan rabat yang sama dengan penyalur. Rencana ini menjadi kandas karena mendapat protes keras dari para penyalur-penyalurnya yang memandang tindakan penerbit tersebut akan sangat merugikan para penyalur sedangkan omset dari para penyalur sendiri dalam beberapa tahun tidak meningkat. Contoh lain adalah adanya perebutan tenaga kerja ahli atau manajer profesional oleh para pengusaha, persaingan harga yang saling menjatuhkan diantara bisnismen dan sebagainya.
4. Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan para investor untuk mengambil keputusan investasi yang keliru. Dalam hal ini perlu mandapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin menjadi emiten yang akan menjual sahamnya kepada masyarakat. Dipihak lain masyarakat sendiri juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang diemisi oleh perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberi informasi secara lengkap dan benar terhadap prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
5. Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial. Hubungan ini merupakan hubungan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan Rugi dan Laba misalnya. Laporan finansial tersebut haruslah disusun secara baik dan benar sehingga tidak terjadi kecendrungan kearah penggelapan pajak misalnya. Keadaan tersebut merupakan etika pergaulan bisnis yang tidak baik.
Pelaksanaan tangungjawab sosial suatu bisnis merupakan penerapan kepedulian bisnis terhadap lingkungan, baik lingkungan alam, teknologi, ekonomi, sosial, budaya, pemerintah maupun masyarakat Internasional. Bisnis yang menerapkan tanggung jawab sosial itu merupakan bisnis yang menjalankan etika bisnis, sedangkan bisnis yang tidak melaksanakan tanggung jawab sosial itu merupakan penerapan yang tidak etis. Penerapan etika bisnis ini murupakan penerapan dari konsep “ Stake Holder” sebagai pengganti dari konsep lama yaitu konsep “Stock Holder” . Pengusaha yang menerapkan konsep Stock Holder berusaha untuk mementingkan kepentingan para pemengang saham (Stockholder) saja, di mana para pemegang saham tentu saja akan mementingkan kepentinganya yaitu penghasilan yang tinggi baginya yaitu yang berupa deviden atau pembagian laba serta harga saham dipasar bursa. Dengan memperoleh deviden yang tinggi maka penghasilan mereka akan tinggi, sedangkan dengan naiknya nilai atau kurs saham akan merupakan kenaikan kekayaan yang dimilikinya yaitu sahamnya itu dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Pemenuhan kepentingan ataupun tuntutan dari para pemengan saham itu sering kali mengabaikan kepentingan – kepentingan pihak-pihak yang lain yang juga terlibat dalam kegiatan bisnis. Pihak lain yang terkait dalam kegiatan bisnis tidak hanya para pemegang saham saja akan tetapi masih banyak lagi seperti :
-                      Pekerja/ karyawan
-                      Konsumen
-                      Kreditur
-                      Lembaga-lembaga keuangan
-                      Pemerintah.

Sumber : google.com
Copas dari : inn3.wordpress.com

r


Sabtu, 15 Oktober 2011

TUGAS 4




1. Apa yang dimaksud dengan perusahaan?

Jawab : Perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa yang disebabkan karena kebutuhan manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah proses di suatu tempat.


2. a). Apa yang dimaksud dengan tempat perusahaan dan letak perusahaan?

Jawab :  Lokasi Perusahaan adalah suatu tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik. Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan.
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik/pabrik.


    b). Apa perbedaan dari kedua kata tersebut?

Jawab : Tempat perusahaan umumnya dipengaruhi dengan kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan pelanggan dan sebagainya sedangkan letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.



    c). Sebutkan contoh nama perusahaan dari kedua kata tersebut minimal 5!

Jawab :


Tempat/Lokasi


1. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah
Lokasi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa seenaknya membangun perusahaan di luar lokasi yang telah ditentukan. Contohnya adalah seperti Kawasan Industri Cikarang, Pulo Gadung, dan lain sebagainya.
2. Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di Cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di Yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
3. Lokasi perusahaan yang mengikuti kondisi alam
Lokasi perusahaan yang tidak bisa dipilih-pilih karena sudah dipilihkan oleh alam. Contoh : Tambang Emas di Cikotok, Tambang Aspal di Buton, Tambang Gas Alam di Bontang Kalimantan Timur, dan lain sebagainya.
4. Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.


Letak


1.Letak perusahaan yang terkait pada alam 
Letak perusahaan yang terikat alam pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Perusahaan yang berkaitan dengan bahan-bahan tambang pada umumnya terletak di daerah faktor produksi alamnya, seperti Perusahaan Timah, Emas, Minyak Bumi, dan sebagainya. Sebagai contoh Perusahaan Pertambangan Timah di Indonesia memilih letak perusahaannya di pulau Bangka. Perusahaan pembibitan bunga memilih letak di puncak karena iklimnya mendukung dan sebagainya.

2.Letak perusahaan berdasarkan sejarah
Dalam hal ini perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan yang hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Sebagai contoh Perusahaan Batik banyak didirikan di Yogyakarta karena pada mulanya batik dikerjakan para wanita keraton untuk mengisi waktu senggangnya. Seni kerajinan ini kemudian menyebar luas ke sekitarnya dan pada umumnya dikerjakan masyarakat untuk mengisi waktu karena tidak ada pekerjaan di sawah. Dalam perkembangannya , kegiatan ini diorganisir dalam perusahaan di Yogyakarta dengan pertimbangan di daerah tersebut tersedia banyak tenaga kerja andal di bidang pembatikan disertai dengan dukungan budaya yang kuat dari masyarakat sekitarnya.

3.Letak perusahaan yang ditentukan pemerintah
Dalam hal ini letak perusahaan ditentukan pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan dan sebagainya. Sebagai contoh letak perusahaan bahan kimia yang berbahaya ditentukan di lokasi yang agak terisolir dari masyarakat sekitar dengan harapan limbah yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak mengganggu masyarakat ataupun bilamana pada suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diharapkan terhadap perusahaan tersebut dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.

4.Letak perusahaan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi.
Pada umumnya jenis perusahaan ini bersifat industri. Disini ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan letak perusahaan:
  • Ketersediaan bahan mentah
  • Kedekatan pasar
  • Ketersediaan tenaga kerja
  • Ketersediaan tenaga air
  • Kesesuaian Iklim
  • Transportasi
  • Ketersediaan modal
Sumber buku, pengantar bisnis. M.Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus, Y.E.F  dan
Sumber : Organisasi.Org Komunitas dan Perpustakaan Online Indonesia




Minggu, 09 Oktober 2011

TUGAS 3




Mata Kuliah : Pengantar Manajemen




FALSAFAH adalah teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia.
Contoh : Sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma sebaiknya saya dapat mempelajari norma-norma yang sudah diterapkan dan berusaha disiplin dalam bidang akademis khususnya akuntansi.

KEBIJAKAN adalah konsep dan asas yang menjadi dasar rencana dari pelaksanaan suatu pekerjaan dan cara bertindak sebagai garis pedoman untuk mencapai sasaran.
Contoh : Hampir semua Dosen di Universitas Gunadarma memberikan quis kepada mahasiswa didiknya agar proses belajar mengajar ini tidak bosan dan mahasiswa pun bisa memperoleh nilai tambahan sebagai cadangan apabila ada nilai mata kuliah yang kurang baik.

STRATEGI adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.
Contoh : Setiap ada tugas langsung mengerjakannya agar tidak terlalu menumpuk dan selesai tepat waktu karena semua mata kuliah selalu ada tugas. Biasanya saya mendahulukan tugas yang mudah dan apabila mengalami kesulitan saya selalu bertanya kepada siapa pun. Selain itu saya juga setelah selesai kuliah biasanya membaca kembali catatan karena saya baru terjun ke dunia akuntansi dan ada beberapa mata kuliah yang masih kurang saya pahami.

METODE adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.
Contoh : Sebagai mahasiswa saya lebih senang belajar secara kelompok. Apalagi ada beberapa dosen yang memberi tugas kelompok. Dengan adanya kelompok tersebut kita bisa meningkatkan pengetahuan, saling bertukar pikiran dan berdebat dengan teman sekelompok. Dengan berdebat inilah yang saya suka karena bisa mengembangkan pola pikir kita dalam belajar.

PROGRAM adalah suatu rancangan mengenai asas serta usaha yang dilakukan.
Contoh : Di Universitas Gunadarma terdapat beberapa program pendidikan. Diantaranya Diploma, Sarjana dan Pascasarjana. Saya memilih program Sarjana S1, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi karena saya lebih suka berhitung agar semua kegiatan yang akan saya lakukan terarah untuk kedepannya.

TAKTIK adalah suatu rencana atau tindakan yang bersistem untuk mencapai tujuan.
Contoh : Kelas 1EB01 mempunyai cara tersendiri untuk meminimalis pengeluaran di kelas. Yaitu dengan cara memanfaatkan sesuatu hal. Salah satunya adalah apabila ada perintah mendownload modul atau mata kuliah lebih baik hanya satu orang saja yang mendownload dan yang lainnya memfoto copy, hal tersebut tidak akan mempengaruhi pembelajaran yang penting kita serius dalam belajar.

JADWAL adalah pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan.
Contoh : Jadwal kuliah kelas 1EBO1 adalah setiap hari Senin, Selasa dan Kamis. Hari Sabtu ada jadwal untuk Ilab dan Praktikum. Semua jadwal sudah diinformasikan. Dan ada kegiatan pada hari Jum'at untuk yang Non Muslim.

ANGGARAN adalah suatu rencana mengenai penerimaan dan pengeluaran biaya yang dinyatakan dengan angka.
Contoh : Biaya per-semester untuk Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi selisihnya tidak jauh beda begitu pula dengan Fakultas yang lainnya. Semuanya tergantung dari kemampuan diri kita.

TUJUAN adalah harapan atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh seseorang.
Contoh : Ilab Mandiri untuk kelas 1EB01 itu sangat bagus karena dengan adanya Ilab Mandiri kita bisa mengukur kemampuan kita dan agar semua mahasiswa bisa mengembangkan pembelajarannya, kita juga bisa mandiri dalam mengerjakan latihan-latihan tanpa menyontek.

PROSEDUR adalah tahapan kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas.
Contoh : Untuk menjadi Sarjana Magister kita harus melewati beberapa tahapan yang telah ditetapkan. Seperti nilai IPK harus diatas 3,6 dan mahir berbahasa inggris. Kita juga harus mengikuti test kemampuan.

ATURAN adalah cara yang telah ditetapkan agar dijalankan dan dipatuhi.
Contoh : Aturan dalam perkuliahan di Universitas Gunadarma adalah selalu memakai sepatu tertutup, berpakaian rapi dan sopan, berbahasa Indonesia yang baik dan tidak boleh telat pada jam pelajaran sesuai dengan kesepakatan bersama.






Minggu, 25 September 2011

Tugas 2

1. Mengapa Anda memilih Jurusan Akuntansi?

Jawab: Karena saya dari SD suka pelajaran matematika yang semuanya hitung-hitungan dan saya tertarik terhadap pembukuan-pembukuan yang ada dalam pelajaran akuntansi, saya ingin menguasai pelajaran akuntansi walaupun kebanyakan orang bilang kalau akuntansi itu pelajaran yang ribet dan susah tetapi saya tertantang untuk mempelajarinya dari awal.
Saya lulusan dari Sekolah Kejuruan, tapi sayang saya masuk Jurusan Administrasi Perkantoran karena dulu nem saya kurang sedikit untuk masuk Jurusan Akuntansi. Berhubung saya minat sekali dengan sekolah itu sehingga saya melanjutkannya.
Buat saya pribadi ingin sekali setelah lulus S1 akuntansi ini langsung bekerja di perusahaan bonafit. Kan perusahaan banyak yang mencari referensi dari mahasiswa yang memiliki skill dan kemampuan makanya saya sekarang belajar akuntansi dari awal biar sedikit demi sedikit saya memahami apa itu akuntansi yang sebenarnya.





2. Mengapa hidup ini harus belajar bisnis?

Jawab : Menurut saya karena kita hidup hanya sementara, maka harus bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin apabila kedepannya kita ingin meraih kesuksesan. Kita harus bisa membagi waktu untuk hidup kita sendiri. Pertimbangkan setiap kita ingin melangkah untuk kebaikan. Gak ada salahnya selagi masih muda kita belajar bisnis. Dengan berbisnis kita bisa memenuhi sebagian kebutuhan hidup kita. Semakin kedepan, kebutuhan kita semakin banyak apalagi bagi seorang mahasiswa seperti saya ini. Saya akui sekarang saya masih dibawah tanggungan orangtua, tetapi saya berpikir positif apakah selamanya hidup saya ini harus ditanggung oleh orangtua?
Banyak manfaat yang didapat kalau kita berani mengambil keputusan untuk berbisnis. Kita bisa belajar mandiri,  bisa mengatur semua kebutuhan kita tanpa campur tangan orang lain, dan kita pun bisa membantu orang lain. Sebenarnya peluang untuk berbisnis itu banyak dan kita bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa dari bisnis yang kita jalanin itu. Semuanya itu tergantung dari diri kita sendiri, apakah kita berani dan siap untuk mengambil peluang bisnis itu. Sekarang, banyak orang yang menganggur karena mereka tidak berani mengambil peluang bisnis itu.
Berbisnis bisa menambah kreativitas dengan munculnya beberapa ide untuk mengembangkan bisnis itu. Kita juga bisa bersosialisasi dengan banyak orang dan punya banyak teman dari semua kalangan. Berbisnis bisa dilakukan oleh semua orang, baik orang itu sudah bekerja sebagai seorang pegawai negeri maupun yang lainnya. Dari berbisnis kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Akan tetapi kita tidak boleh gampang menyerah apabila bisnis kita mengalami kegagalan. Sebaiknya kita bisa belajar dari kegagalan yang pernah kita alami. Dari situlah kita tahu jalan mana yang harus kita tempuh.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger