TULISAN
2
1. FRANCHISING
YANG BERHASIL DI INDONESIA
AYAM GORENG FATMAWATI
RESTAURANT
Perjalanan panjang
Ayam Goreng Fatmawati telah ada dalam sejarah pengabdian terhadap pelestarian
Masakan Asli Indonesia. Sejak tahun 1990, Ayam Goreng Fatmawati telah menjadi
restoran besar pertama yang menyajikan masakan Nusantara dalam gencarnya
serbuan makanan fast food dari mancanegara ke Bogor. Masakan asli Indonesia ini
memiliki cita rasa yang unik dan menyehatkan serta tidak membosankan walaupun
dikonsumsi setiap hari. Terbukti dengan antusiasme masyarakat atas dibukanya
beberapa cabang di Bogor, Jakarta, Cinere dan cabang di beberapa daerah,
akhirnya Ibu Hj. Fatmawati, founder Ayam Goreng Fatmawati mendapat support dari
dua pengusaha perempuan yaitu Ibu Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, M.Si dan Ibu
Hj. Ratna Permanik untuk lebih memperkuat posisi Masakan Indonesia sebagai tuan
rumah di negeri-nya sendiri.
Diawali dengan
membentuk badan hukum, PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia pada tanggal 28 Juni
2000 dengan tujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, melestarikan masakan
tradisional, melestarikan produk pengrajin lokal untuk peralatan restoran,
menciptakan pasar bagi petani dan peternak lokal. Ayam Goreng Fatmawati
dikembangkan dengan sistem Franchise (Waralaba), sehingga dapat memberikan
kesempatan kepada investor untuk membuka restoran dengan sistem yang telah
terbukti proven.
Restoran Ayam Goreng Fatmawati merupakan
restoran cepat saji semi self service (semi prasmanan) yang menyajikan berbagai
masakan tradisional Indonesia dengan menu andalan Ayam Goreng Kuning dan Ayam
Bakar yang diolah menggunakan berbagai rempah-rempah asli Indonesia secara khas
sehingga tercipta Ayam Kuning dan Ayam Bakar dengan bumbu meresap sampai
kedalam tulang. Pengolahan menggunakan rempah-rempah alami dan tanpa bahan
pengisi (sizing) diterapkan pula untuk mengolah berbagai sajian istimewa lainnya,
sehingga menu Restoran Ayam Goreng Fatmawati selalu mengunggah selera dan
bergizi.
Inovasi merupakan
suatu keharusan bagi PT. AGFI, dalam upaya menciptakan standar menu Fatmawati.
Pada tahun 2001, PT. AGFI menghasilkan riset penggunaan bumbu instant alami.
Menciptakan bumbu standar dengan bentuk serbuk (powder) yang sangat mudah
digunakan dan lebih efisien.
Upaya untuk menjalin komunikasi dengan
konsumen dan pemilik outlet dilakukan PT. AGFI dengan meluncurkan website
Restoran Ayam Fatmawati yaitu : www.fatmawati.com sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai
informasi secara online tentang produk, franchise, berita terkini dan inovasi
Restoran Ayam Goreng Fatmawati. Konsep Franchise Restoran Ayam Goreng Fatmawati
dirancang untuk memberikan panduan, solusi dan alternatif bagi pengusaha dengan
membuat Standar Operation Procedure (SOP) manajemen restoran, marketing dan
promosi, SOP memasak, SOP karyawan, materi promosi, higienes dan sebagainya.
Kini, PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia
telah menjadi partner perusahaan-perusahaan besar, seperti : PT. Sinar Sosro,
Adira, Columbia dan perusahaan lainnya dalam melakukan berbagai kegiatan
promosi.
Visi
Ayam Goreng Fatmawati
- Menjadi perusahaan penyedia produk dan jasa dalam bidang makanan terkemuka
Misi
Ayam Goreng Fatmawati
- Meningkatkan corporate value bagi stakeholders,
- Memberi kesempatan investor untuk memiliki bisnis sendiri
- Melestarikan masakan asli Indonesia
- Menciptakan lapangan pekerjaan
Susunan
Pengurus PT. Ayam Goreng Fatmawati Indonesia saat ini adalah sebagai berikut :
- Komisaris Utama : Prof. Dr. Ir. Erliza Hambali, MS
- Komisaris : Hj. Fatmawati dan Hj. Ratna Permanik
- Direktur Utama : Johan Wahyudi, S.TP
- Direktur : Ir. Erdayeni
2. KEUNTUNGAN DARI USAHA FRANCHISING BAGI
PEMILIK
- Usaha berkembang dengan investasi kecil
- Adanya pengembangan outlet
- Memperoleh orang yang lebih gigih
- Diskon yang diperoleh dari skala ekonomi
- Memperoleh masukan yang lebih customerized
3. DAMPAK POSITIF DARI FRANCHISING BAGI
PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
- Memperluas sarana dan akses pasar bagi produk-produk dan jasa Indonesia
- Memperbesar peluang usaha
- Memperbesar kesempatan kerja
- Menambah devisa Negara
- Berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional
- Menumbuhkan kreativitas dalam mengembangkan inovasi berusaha
- Meningkatkan efisiensi usaha, distribusi serta nilai tambah dalam aktivitas produksi nasional
- Mempercepat alih teknologi
- Mempererat adanya kemitraan usaha dikalangan pengusaha
DAMPAK NEGATIF DARI
FRANCHISING BAGI PERTUMBUHAN EKONOMI
- Biasanya hubungan antara franchise dan franchisor melibatkan control atas berbagai aspek dari pengoperasian bisnisnya franchise bahkan selalu membatasi
- Untuk mendapatkan a blue-chip franchise menghendaki pertimbangan sumber dana dan loyalty yang tinggi
- Keberhasilan dari setiap unit franchise individu tergantung pada bekerjanya perusahaan induk (franchisor)
- Program latihan franchisor terkadang jauh dari harapan
- Franchisor hanya sedikit memberikan kebebasan
sumber : www.fatmawati.com
http://www.gramedia.com
Pengantar Bisnis M.Fuad, dkk
http://www.gramedia.com
Pengantar Bisnis M.Fuad, dkk


Jumat, November 18, 2011
Rifka RJ

0 komentar:
Posting Komentar